Selama ini udah sering bikin pizza dengan resep yang tanpa telur. Hasilnya menurutku kurang empuk, tapi anak-anak sih tetap suka. Konon katanya resep pizza yang asli memang seperti itu, tidak empuk seperti roti manis.
Kali ini mencoba resep pizza yang menggunakan telur. Margarinnya sebagian saya ganti dengan olive oil. Alhamdulillah hasilnya lebih empuk. Resepnya diambil dari dari sini. Tapi saya cuma buat setengah resep. Resep yang saya tulis di bawah sudah versi setengah resep ya.
Dough Pizza
Bahan A : 100 gram tepung terigu protein tinggi
1/4 sdt ragi instan
75 ml air es
Bahan B : 75 g tepung terigu protein tinggi
50 g tepung terigu protein sedang
1/2 sdt ragi instan
20 g gula kastor (kemarin menurut saya agak kemanisan, next time saya kurangi sedikit).
15 g susu bubuk full cream
1 kuning telur
50 ml air es
1/2 sdt garam
25 g margarin (saya pakai margarin plus olive oil)
Olesan : kuning telur
Cara membuat:
1. Aduk rata bahan A, diamkan sekitar 60 menit.
2. Campur terigu, ragi, gula dan susu bubuk pada bahan B. Aduk hingga rata dan masukkan bahan A. Uleni hingga rata.
3. Masukkan kuning telur dan tambahkan air es sedikit demi sedikit hingga kalis.
4. Tambahkan garam dan margarin (margarin+olive oil), uleni hingga kalis dan elastis. Diamkan 30- 45 menit. Tutup dengan serbet bersih yang lembab.
5. Kempiskan adonan dan dough siap digunakan
Wednesday, 28 January 2015
Sunday, 18 January 2015
Cabut Gigi
Kemarin untuk pertama kalinya Khalisa ke dokter gigi. Dulu waktu kecil pernah sih ke dokter gigi hanya untuk kontrol aja. Tapi kali ini Khalisa akan cabut gigi. Gigi tetapnya tumbuh di belakang gigi susu yang baru goyang sedikit. Menurut dokter, gigi susunya harus dicabut agar gigi tetapnya bisa tumbuh dengan rapi.
Alahmdulillah semua berjalan lancar. Khalisa bisa tenang, ngga takut sedikit pun. Apalagi dokter giginya friendly, bisa banget menghadapi anak yang baru pertama kali cabut gigi. Pulangnya ada
Alahmdulillah semua berjalan lancar. Khalisa bisa tenang, ngga takut sedikit pun. Apalagi dokter giginya friendly, bisa banget menghadapi anak yang baru pertama kali cabut gigi. Pulangnya ada
Fast Learner
Ternyata...sekarang Khalisa yang sudah lebih ngerti blogging dibanding Bunda. Khalisa browsing sendiri cara-cara mengganti header, kursor, menambahkan aneka widget...thanks to google. Memang anak-anak pembelajar yang cepat ya, asal ada motivasi dan difasilitasi mereka akan bisa berkembang.
Subscribe to:
Comments (Atom)